Pages

20 Juli 2010

Malaysia VS Indonesia, Mari Merenung


Heran aku baca-baca berita tentang hubungan Indonesia dengan Malaysia. Aku sendiri gak tahu ada kepentingan apa di balik semua ini dan bagaimana semua ini bisa terjadi. Aku pikir negara kita (Indonesia) dan Malaysia adalah selayaknya tetangga yang rumahnya saling berhadapan. Bayangkan saja kalau kita bertetangga namun setiap ketemu hanya bertengkar. Tentunya itu bukan hal yang menyenangkan untuk di bayangkan. Seharusnya kita mulai tenang dan berfikir dengan jernih.

Alasan yang sering degombor-gemborkan adalah klaim Malaysia terhadap beberapa kebudayaan Indonesia. Aku akui itu adalah hal yang buruk, namun lebih buruk lagi jika kita memaki atau membalasnya. Disinilah seharusnya kita tunjukkan kedewasaan bangsa kita. Klaim yang ada seharusnya sebagai tanda bahwa kita sebagai pemilik kebudayaan tidak sanggup menjaga harta kita sehingga mudah untuk di rebut. Lihatlah sekarang, berapa banyak pemuda yang paham tentang kebudayaan mereka sendiri. Bagi pemuda jawa sekarang sudah banyak yang melupakan bahasa Krama ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Banyak yang tidak tahu cerita pewayangan, padahal di dalamnya di ajarkan banyak kebaikan.

Namun setelah di pikir kembali, klaim yang di lakukan oleh Malaysia semaikin menyadarkan kita tentang pentingnya melestarikan budaya. Sekarang kita lihat bahwa batik sudah mulai di gunakan untuk pakaian sekolah maupun kantor. Makin banyak orang yang mendukung kampanye pelestarian budaya. Seharusnya kita perlu berterimakasih kepada Malaysia atas perubahan yang baik ini. Walau memang menyakitkan kita tetap harus menerimanya dan berupaya menjadi lebih baik lagi.

Kita berkata sekarang Indonesia telah merdeka, namun yang kita lakukan adalah menyerahkan diri untuk di jajah kembali oleh negara lain. Mengapa kita tidak berbalik "menjajah" dengan segala potensi yang ada di negeri ini. Beratus-ratus orang di kirimkan ke negeri jiran untuk di jadikan pembantu di sana. Tentunya kita sadar bahwa pembantu adalah pekerjaan yang paling rendah dan tanpa sadar kita meyakinkan mereka bahwa kita dalah bangsa yang lemah bahkan rendah karenanya. Kita meiliki banyak orang pintar yang berhasil menjadi juara olimpiade internasional, mengapa tidak mereka saja yang kita kirimkan. Mereka akan mengajarkan cara belajar yang benar agar sukses dalam pendidikan.

Lihatlah, bahwa sebenarnya pikiran-pikiran Malaysia kepada kita adalah hasil usaha kita sendiri sehingga kita tidak selayaknya bersikap yang demikian. Stop provokasi untuk membenci dan memerangi negara lain terutama Malaysia. Perbaiki diri kita agar bangsa lain dapat melihat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang layak di segani sebagai bangsa yang besar. Kita memiliki potensi ini namun kita harus percaya dan mau berubah. Toh kebaikan yang kita tabur bukankah akan kembali lagi pada diri kita sendiri? Maju terus Indonesiaku.

1 komentar:

Wahyudi Blog mengatakan...

Bener banget...!!
Kalo kita terpancing akan hal ini maka yang ada malah memperburuk keadaan dan yang dirugikan adalah kita sendiri...

wes, keren...
sangat inspiratif...!!!

Lanjutkan...!!!
:p

Poskan Komentar