Pages

19 Juli 2010

Melelang Patung Jendral Soedirman?


Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 – meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.

Perjuangan Jendral Soedirman dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia sudah tidak dapat di hitung lagi. Impiannya adalah agar tanah airnya terbebas dari kolonial bangsa asing. Namun kini setelah setengah abad lebih Indonesia merdeka, ternyata tanah air dan bangsa yang telah ia perjuangkan menghianatinya dengan berniat melelang patung monumen Jendral Soedirman yang terletak di Pacitan, Jawa Timur. Sungguh miris saya mendengar berita ini, betapa kejamnya kita terhadap pahlawan kita.

Di bandingkan dengan uang 40 milyar saya kira kemerdekaan bangsa kita memiliki harga yang jauh lebih mahal. Tanpa adanya bantuan para pahlawan yang rela mengorbankan dirinya, mungkin sekarang kita masih menggunakan karung goni sebagai pakaian sehari-hari. Kehidupan kita juga tidak akan terbebas dari rasa takut akan teror bangsa penjajah. Kita memiliki uang sebanyak itu pasti akan di minta oleh penjajah. Mereka tak perlu alasan untuk melakukan itu kan? Mereka memiliki kekuatan, sedangkan kita lemah.

Aku pikir memang ada yang salah dengan bangsa ini. Selama ini kita selalu bertriak-teriak untuk meminta perbaikan negara, namun kita selalu lupa untuk memperbaiki kehidupan para pahlawan. Masih hangat terdengar bahwa ada keluarga pahlawan yang di usir dari rumahnya dan tidak mendapat santunan sehingga mereka meramaikan jumlah rakyat miskin di negeri ini. Ternyata memang menjadi pahlawan adalah pengorbanan yang sangat berat dan mungkin para pahlawa sampai menyesali dirinya mengapa ia mau saja mengusir penjajah jika kehidupan mereka takkan berubah.

Haruskah kita meminta untuk di jajah lagi agar kita kembali merasakan buruknya hidup di bawah negara lain? Haruskah kita berperang lagi dan menumpahkan banyak darah agar paham betapa sakitnya berjuang, di tinggalkan dan di khianati? Atau haruskah kita sadar bahwa kemerdekaan yang kita rasakan sekarang adalah hadiah terindah ketika kita hidup di Indonesia ini?

Indonesia hanya akan maju dan berkembang ketika kita menyadari bahwa kemerdekaan ini adalah perjuangan yang melelahkan dan meneteskan banyak air mata. Perjuangan yang melepaskan ego diri dan menginginkan agar dirinya dapat bermanfaat bagi bayak orang. Indonesia akan menjadi bangsa yang besar ketika menghargai pera pahlawannya.

Saya yakin Indonesai adalah negara yang sangat luar biasa. Kita memiliki kekayaan yang tiada bandingannya baik dari alam maupun manusianya walaupun di sangat di sayangkan telah hilangnya nilai luhur bangsa kita. Namun semua itu masih bisa di bangun lagi, tak perlu ragu untuk memulai perubahan bagi kebaikan orang lain. Kini simpan teriakan kita, gantilah dengan merenung dan merencanakan masa depan yang indah. Maju terus Indonesiaku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar