Pages

06 Juli 2010

Bertengkarlah dengan Baik


Siapapun pasti pernah bertengkar entah itu dengan orang tua, saudara, teman, sahabat dan pacar. Walaupun bertengkar bukan merupakan kegiatan yang menyenangkan namun kita tidak bisa menghindarkan diri dari pertengkaran. Kita hidup di antara orang-orang yang kadang pemikirannya berbeda dengan diri kita. Tentunya kita menyadari kalau kita di wajibkan bersabar kalau berbedaan pendapat tersebut terjadi. Namun kadang karena kondisi yang sangat mendukung pertengkaran adalah jalan yang harus kita hadapi.

Walaupun bukan solusi yang menyenangkan, kadang bertengkar dapat menjadi cara yang baik untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tentu yang aku maksud bukan pertengkaran yang di sengaja. Karena kadang orang begitu keras kepala untuk menerima pendapat yang baik, sedikit amarah dapat menyadarkan dia kalau kita mengatakan hal yang baik. Namun bisa saja itu menjadi sebaliknya, jadi kitalah yang jadi di sadarkan karena kita salah melihat permasalahan dan kemudian menciptakan pilihan yang buruk. Selain itu pertengkaran dapat mengakrabkan orang dengan syarat pertengkaran kita lakukan dengan cara yang benar.

Benar menurut kita belum tentu benar menurt yang lain. Kadang ini yang menjadi akar permasalahan dari pertengkaran kita. Maka dari itu definisi pertengkaran yang benar harus di jelaskan dengan baik, karena kalau tidak hanya akan memperpanjang postingan ini. Hahahahaha. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dan di ingat agar menjadi panduan kita saat bertengkar.

Bertengkar adalah sarana diskusi
Jika kita bertengkar adalah untuk mengungkapkan kekesalan, itu adalah salah besar karena bertengkar adalah sarana yang tepat untuk berdiskusi. Berhenti manjadi orang egois dengan menjadikan diri orang yang paling benar saat kita bertengkar. Bicaralah dengan baik-baik apa yang sebenarnya mengganggu dan apa yang sebenarnya dia pikirkan. Cari duduk masalahnya dan usahakan terus pembicaraan tidak keluar dari topik. Butuh pengorbanan yang berat memang, namun jika sudah terbiasa akan sangat mudah untuk dilakukan.

Tetaplah tenang dan bicaralah dengan bahasa yang baik
Kesalahan lain ketika kita sedang bertengkar adalah menggunakan kata-kata kasar untuk memprovokasi lawan agar marah. Memang akan memuaskan batin kita saat itu, namun pasti kita akan menyesalinya karena akan membuat pertengkaran semakin buruk. Tentunya kita tidak ingun suatu hubungan yang sudah terjalin dengan baik menjadi kacau hanya gara-gara pertengkaran yang sepele. Selain itu, tahan diriuntuk tidak berteriak atau menangis (terutama cewe), karena saat keita melakukannya kita telah meninggalkan sisi logis kita yang mana sangat penting untuk memecahkan masalah. Tetaplah tenang, karena yang akan menang dalam sebuah pertengkaran hanyalah orang yang tenang karena dia dapat melihat celah-celah dari masalah tersebut sehingga didapatkan sebuah solusi yang tepat.

Tahan diri untuk mengungkit kesalahan masa lalu
Pertengkaran bukanlah film Slumdog Milionaire yang diharuskan mengingat kembali kejadian masa lalu untuk menjawab sebuah argumen. Jika ini yang anda lakukan segeralah bertobat. Tindakan ini dapat mengakibatkan lawan bicara kita menjadi sangat tertekan. Niat baik pertengkaran untuk menyelesaikan masalah akan berakhir menjadi peperangan tada henti dan akibatnya sangat fatal. Orang tentu memiliki batas toleransinya untuk menerima suatu tekanan, jika dia tidak kuat kemungkinan paling ringan adalah anda akan di tinggalkan. Lebih gawat lagi anda akan bermusuhan dan yang paling seram adalah bunuh diri. Hiiiiiiiiii.

Fokuskan perbincangan anda pada masalah yang sedang anda hadapi. Selalu ingat kalau manusia pasti memiliki salah, tentunya anda juga memiliki kesalahan pada lawan bicara anda. Namun, yang sudah terjadi biarlah terjadi dan jadikan pelajaran untuk kita jadi lebih baik. Daripada kesalahannya tentu kebahagian yang dia berikan lebih banyak karena jika orang sudah bisa bertengkar seperti ini pasti sangat dekat dan pasti saling suka satu sama lain.

Pergilah jika kondisi sudah tidak kondusif
Sahabatku pernah berkata "Jangan bermental prajurit tapi milikilah mental jendral" . Seorang prajurit yang berada di medan perang memiliki perasaan bahwa dai lebih mengenal medan daripada atasannya, selain itu dia ingin segera perang berakhir hingga dia dapat istirahat dengan tenang. Kemudian seorang jendral akan menyusun taktik agar perang yang dia hadapi akan dia menangkan dengan sempurna, dai tidak masalah jika itu memerlukan waktu yang lama karena tentu saja dia ingin semua bawahannya selamat dalam perang.

Mental prajurit dapat di katakan sebagai orang yang ingin menyelesaikan masalah dalam satu malam. Padahal kadang masalah tersebut memang tidak bisa di selesaikan dalam satu malam. Selain itu ketuka kita bertengkar tentu energi baik fisik maupun batin akan sangat terkuras. Hal ini tentu akan menyebabkan kita susah mengontrol diri sendiri, sehingga pertengkaran yang daritadi di jaga supaya tetap sesuai jalur akhirnya berubah menjadi berbahaya. Disinilah mental seorang jendral di butuhkan. Kita harus mau menunda pertengkaran kemudian beristirahat sejenak sambil instrospeksi diri sendiri. Tenangkan diri kemudian jika semua sudah siap kembali di lanjutkan. Jangan pernah pertengkaran namun dengan niat tidak akan di bahas lagi, hal ini hanya akan menambah panjang masalah yang ada.

Ungkapkan, jangan sampai ada yang di pendam
Memendam sebuah masalah adalah hal buruk. Hal pertama yang akan kita rasakan adalah ketidaknyamanan dan rasanya hubungan seperti musuh dalam selimut. Selesaikan masalah yang anda rasakan sesegera mungkin. Tentunya anda tidak ingin Kebahagiaan yang selama ini terjalin akan memudar karena anda terus memendam rasa kesal. Selain itu memendam hanya akan memicu anda untuk menceritakan kesalahan masa lalu ketika pertengkaran terjadi. Seperti yang telah di jelaskan di atas, itu sangat buruk.

Kemudian dalam setiap pertengkaran selalulah bersabar dan jangan pernah ragu untuk mengalah. Ketika mengalah kita cuma menunda waktu diskusi yang sedang kita lakukan ke waktu lain yang lebih tepat. Tentunya dengan cara yang lebuh baik dan lebih halus lagi. So, sekarang saatnya anda bertengkar dengan orang terdekat anda. Semoga sukses.
wave

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar