Pages

12 Januari 2011

Sejak Kapan Allah Ada di Dunia Ini?


Inilah yang menunjukkan betapa bodohnya saya sehingga mempertanyakan keberadaan Allah. Pertanyaan ini selalu membebani saya ketika masih kecil. Memang saya adalah orang yang rasa ingin tahunya sangat tinggi, sehingga segala sesuatunya selalu ingin saya cari tahu jawabannya termasuk masalah Allah. Ada yang bilang saya lancang dan keterlaluan? Itu terserah saya, dalam pikiran saya selalu meyakini bahwa di dunia ini segala pertanyaan pasti ada jawabannya.
Pikiran ini muncul ketika saya melamun dan membayangkan tentang keberadaan dunia ini. Dari waktu saya hidup saya membayangkan kebelakang tentang kehidupan manusia. Kita kenal ada kehidupan pasca sejarah seperti yang kita alami, kemudian terus menuju jaman pra sejarah dan terus kebelakan sampai ke penciptaan manusia. Manusia pertama adalah Nabi Adam yang kemudian di temani oleh Siti Hawa.

Oke, semua yang di atas sangat masuk akal bagiku. Namun permasalahan baru muncul setelah itu. Sebelum nabi Adam di ciptakan, maka di ciptakan terlebih dahulu alam dan sekitarnya. Kalau belajar fisika tentu paham dengan adanya teori penciptaan alam semesta ini. Dari gas-gas di alam yang akhirnya membentuk bintang dan pelanet-planet dari ledakan nebula. Kemudian saya runut ke belakang lagi dan hanya mendapatkan bahwa Alam Semesta ini adalah ruangan yang kosong tanpa ada isi. Gelap dan sangat luas dan semakin kebelakang aku melihat kebelakan, semakin bingung.

Dari situlah pertayaan di atas muncul. Namun pertanyaan harus terjawab, titik. Kemudian aku menyimpulkan bahwa Allah sudah ada sejak lama dimana otakku tidak dapat menjangkaunya. Untuk sementara jawaban tersebut masuk akal, namun tidak bertahan lama karena saat SMA aku mulai mempertanyakannya lagi.

Kasihan sekali hidupku, percaya pada Allah namun mempertanyakan kapan Dia ada di dunia ini. Pencarian ku belum selesai, sewaktu SMA ini saya lebih mudah bertanya pada teman-teman serta senior-senior. Kata kunci yang aku dapat saat itu adalah "Allah dan segala sesuati yang gaib berada di luar nalar manusia". Pertanyaan berlanjut menjadi mengapa semua itu berada di luar nalar manusia? Lalu waktu SMA itu ada pelajaran mengenai teori relativitas waktu yang ternyata memberikan titik terang untuk pertanyaan ini. Saya ingat bahwa waktu adalah salah satu ciptaan Allah.

Hal ini memberikan penemuan besar dalam hidup saya. Disinilah kunci dari pertanyaan saya akan terjawab. Dengan meyakini bahwa waktu adalah ciptaan Allah maka sudah jelas Allah tidak hidup di dalam waktu itu sendiri. Waktu ada di ciptakan untuk manusia sebagai sarana pembelajaran. Kemudian kita mengenal masa lalu, masa sekarang serta masa depan di dalam lingkup waktu itu. Kemudian terciptalah kata "kapan" untuk mengalamatkan kapan sebuah kejadian terjadi dalam garis waktu.

Kemudian saya menyadari betapa bodohnya saya menanyakan pertanyaan di tersebut. Bagaimana mungkin saya menanyakan masalah waktu kepada Allah yang tidak terikat waktu sama sekali? Gampangnya begini, anda di buatkan rumah oleh seorang arsitek. Setelah jadi anda tinggal di dalamnya, kemudian kalian bertanya dimana letak arsitek di rumah anda? Pertanyaan itu tidak terjawab karena arsitek tersebut tidak berada rumah anda melainkan dia di rumahnya sendiri yang letaknya berpuluh kilometer dari rumah anda. Dia berada di luar lingkup rumah anda.

Kemudian apa jawaban untuk pertanyaan di atas? Simpel saja, bahwa Allah ada sebelum waktu itu tercipta, sebelum pertanyaan "kapan" itu terucap dan sebelum masa lalu itu ada dan Allah tidak terikat oleh waktu dan tidak di pengaruhi oleh dunia ini. Kalau masih ngeyel tanya "kapan", segeralah berdoa meminta kefahaman kemudian baca tulisan ini berulang-ulang. Namun kalau sudah paham bersyukurlah, karena akan banyak pertanyaan tang terjawab dari sini jika kalian paham seperti mengapa Allah mempunyai sifat Kekal, bagaimana kita hidup di akhirat dan masih banyak yang lain.

Alhamdulillah saya dapat menemukan jawaban ini, sungguh sesuatu yang sangat menyenangkan. Saya menulisnya di blog ini agar "penemuan" saya ini dapat di baca orang lain jika perlu di sebarkan sehingga semakin banyak yang tahu dan mengerti. Karena pertanyaan ini saya rasa bukan cuma saya yang menanyakan. Semoga bermanfaat bagi semuanya, Amin.

6 komentar:

Wahyudi K Nugroho mengatakan...

Wah, keren nih....

sama Dhi, aku dulu juga sering bertanya tanya seperti itu tapi gak nemu nemu, nanya orang orang juga gak pada tau...
malah pernah kena marah... :(

fachri mengatakan...

keren ni....selama ini aku juga takut untuk berpikir semua hal yang berhubungan dengan keberadann Allah itu sendiri....
karena meskipun kita berpikir sekeras mungkin kemampuan otak manusia tidak akan mungkin bisa menggapainya...

Arief Rakhman Caropeboka mengatakan...

Wah keren nih, Mantap !!

Nur Hidayati mengatakan...

Seandainya ini status di FB, bakal kukasi jempol :)
I like it.

Btw, udah nemuin caranya pasang emoticon di tampilan blog baru ?

ANWAR MUHAS mengatakan...

Sama,,,

Anonim mengatakan...

Yang lebih dulu ada sebelum segala sesuatu menjadi ada, adalah Sang Waktu.
Bahkan Allah atau Tuhan atau apapaun nama yang setara dengan sebutan itupun, menjadi ada setelah Sang Waktu memutuskan/menetapkannya untuk menjadi ada.
Sebab, bagaimana mungkin segala sesuatu termasuk Allah pun bisa menjadi ada jika Sang Waktu belum menjadikannya ada.

Artinya :
Ketika Sang Waktu telah ada, kemudian seiring berjalannya Sang Waktu (yang kita tidak tahu seberapa lama), lalu Sang Waktu memutuskan untuk terciptanya Allah dan segala sesuatunya.

Itulah makanya kita sering mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa,
Segala sesuatu ada waktunya.

Kesimpulan :
Sang Waktu lah sumber segala penciptaan.

Posting Komentar