Pages

13 Januari 2011

Kekejaman di Balik Senyuman Bangsa KIta


Sebuah bangsa terkenal dengan senyuamnnya yang ramah, terletak di Asia Tenggara, negara kepulauan yang di namakan dengan Indonesia. Begitulah negara kita tercinta ini di kenal oleh bangsa asing. Banyak pula yang sampai jatuh cinta karena keramahan kita sehingga memutuskan untuk menjadi warga negara Indonesia. Memang dalam cerita semua tampak sangat menarik, namun kenyataan yang saya lihat sangat berbeda.

Meski memiliki senyum yang sangat ramah, sebagian besar masyarakat kita ini hanyalah sekumpulan manusia pemarah dan gemar mencari masalah. Kadang saya sendiri mempertanyakan tentang kebenaran bahwa negara kita adalh negara ramah. Buktinya jelas ada di berita-berita dan sangant menyeramkan bagi saya. Betapa tidak, hanya karena menghina sebuah nyawa melayang. Hanya karena dugaan memiliki ilmu santet satu keluarga kehilangan tempat tinggal, bahkan karena mencuri ayam seorang harus di rawat di rumah sakit dengan luka yang sangat parah.

Mengapa saya katakan "hanya"? Karena semua itu bukan masalah yang besar dan akibat yang di terima tidak sepadan. Seharusnya semua itu bisa terhindar demi terciptanya ketentraman di tanah air kita ini. Namun ini bukanlah hal yang mudah untuk di lakukan, kalau mudah tidak mungkin terjadi hal yang demikian. Namun sebenarnya ada masalah apa pada masyarakat kita sehingga muncul begitu banyaknya amarah dari hati kita.

Saya yakin jawaban yang akan muncul adalah karena kondisi negara ini yang begitu buruk, pemerintahan yang mandul, serta politik yang meninggalkan kepentingan rakyat. Bosan saya dengan jawaban bodoh seperti itu. Walau benar, tapi semua jawaban itu bukan akar masalah dari bangsa kita ini. Buktinya sampai sekarang tidak ada perubahan yang berarti pada negeri ini dalam perbaikan kondisi malah semakin buruk setiap harinya. Lagipula jawaban di atas menunjukkan kerendahan nalar dan daya analisis kita semua.

Akar masalah dari keadaan kita yang seperti ini adalah pada diri kita sendiri. Terlalu lama kita di jajah oleh bangsa lain, kita di bodoh-bodohkan sehingga sampai sekarang kita tetap seperti itu. Itulah permasalahan pertama kita, kita menjadi bangsa bodoh yang tidak tahu kalau kita bodoh. Belajarlah, banyak hal yang perlu kita pelajari dan ketahui. Banyak orang yang enggan belajar dan lebih memilih untuk diam di tempat namun selalu menyalahkan keadaan. Ya namanya orang bodoh, cuma itu yang bisa dia lakukan.

Jadilah pintar secepat mungkin agar dapat mengubah keadaan negara ini. Namun perlu di ketahui bahwa pintar yang saya maksud di sini bukan sekedar memiliki nilai tertinggi di sekolah namun lebih dari itu. Kepintaran orang lebih di nilai dari moral dan perkataannya. Kata-kata pemulung yang bijak akan lebih menenangkan di banding para profesor sombong. Apalagi jika yang berbicara adalah seorang profesor bijak, maka ilmu pengetahuan yang di miliki akan semakin meningkat.

Sudahlah, stop menjadi bangsa cengeng. Bergerak, belajar dan gagal. Lalu kita berdiri lagi untuk menuju sukses. Saya yakin negara ini akan menjadi negara yang luar biasa jika di isi oleh bangsa yang pintar.

2 komentar:

Wahyudi K Nugroho mengatakan...

Welcome to the jungle Gan...

Kita hidup di dunia primitif...
Yang kuat berkuasa yang lemah ditindas...
Dimana kekuatan yang berbicara...
Dimana nafsu dipuja...

Tanpa keadilan dan kepedulian...
Kedamaian hanyalah angan angan semata...

Motivation Blog !! mengatakan...

Ayo, diupdate lagi gan...!!!

Poskan Komentar