Pages

22 November 2010

Percayalah Pada Hatimu



Sudah terlalu lama kita berpikir dan terlalu banyak hal yang kita pikirkan. Kita memikirkan kehidupan dan masalah-masalah kita hadapi. Terlalu lama hingga kita telah bergantung pada pikiran kita sendiri. Kita mempercayai pikiran kita lebih dari apapun, karena kita percaya bahwa hitungan dari pikiran-pikiran kita selalu tepat. Mungkin kita akan mendapatkan nilai sempurna untuk mengerjakan ujian sekolah yang telah pasti jawabannya jika kita mengandalkan pikiran kita, namun kita lupa bahwa sebenarnya yang kita hadapi itu adalah kehidupan. Benda abstrak yang tak pernah berbentuk dan memiliki jawaban yang selalu membingungkan.

Kehidupan bukanlah pilihan antara hitam dan putih, namun ada merah, biru atau mungkin hijau. Kemudian saatnya kita mempertanyakan kembali pikiran-pikiran kita. Apakah dia sanggup memecahkan teka-teki kehidupan ini dengan tepat? Contohnya, ada kejadian dimana Ibu dan Istri/Pacar anda tenggelam dan hanya anda yang bisa menyelamatkan salah satu dari mereka. Apa yang akan anda perbuat?

Setelah membaca contoh kasus di atas, saya yakin anda akan langsung membandingkan di antara mereka manakah yang lebih penting. Namun yang menjadi permasalahan bagaimanakah keduanya dapat di bandingkan? Bukankah yang selama ini yang anda tahu adalah anda mencintai mereka? Padahal pikiran anda pun tak pernah tahu apa itu cinta. Lalu jika anda pada akhirnya memutuskan salah satu untuk di selamatkan, akankah anda rela dengan kepergian yang lain?

Sering dalam kehidupan ini kita di tipu olah pikiran-pikiran kita. Tak ada kebenaran mutlak dalam kehidupan ini kecuali yang telah di beritahukan Allah kepada kita. Kasus di atas juga sama, karena pikiran kita lah permasalahan itu menjadi dilema. Seberapa yakin anda jika pada saat itu tidak ada orang yang datang dengan tiba-tiba? Seberapa yakin kalau keduanya cukup lemah hingga tenggelam dan mati? Seberapa yakin anda akan lemahnya anda sehingga hanya dapat menyelamatkan salah satunya?

Saya yakin, dengan pertanyaan saya di atas anda akan di buat sangat sangat pusing untuk menjawab. Itulah bukti bahwa pikiran kita ini tidak cukup kuat untuk menjadi pegangan dalam menghadapai tantangan di kehidupan ini. Pikiran hanya untuk di gunakan untuk masalah yang sederhana, bahkan sekarang sudah ada komputer yang dapat menggantikan tugas manusia untuk berpikir. Namun Allah sungguh Maha Pengasih dan juga Maha Penyayang, Allah memberikan sistem yang lebih komplek untuk berfikir yang di namakan Hati.

Selama ini, dalam pengalaman saya, semua permasalahan dalam kehidupan akan terselesaikan jika bertanya pada hati. Seperti contoh di atas, hati ini akan sangat mudah memberikan jawaban. Yaitu selamatkan mereka berdua apapun resikonya, karena hidup ini akan hampa jika aku kehilangan walau hanya secuil dari mereka. Dan ketika kita meyakini itu dan menyelaraskan dengan pikiran kita, saya pastikan permasalahan itu akan selesai dengan baik.

Hati lah mengendalikan kehidupan kita sedangkan tubuh serta pikiran ini hanyalah alat untuk mewujudkan kehendak hati kita. Ketika kita jatuh cinta, hati kita berkata pada tubuh dan pikiran bahwa dirinya sedang jatuh cinta. Hati akan berbisik ketika yang anda rasakan kecil namun ia akan berteriak ketika yang anda rasakan sangat besar. Begitu kencangnya teriakan itu sampai di dengar oleh orang sekitar bahkan oleh Allah. Lalu masalah apa yang tidak terselesaikan oleh Allah?

Percayalah pada hatimu kawan karena dia akan menuntunmu, dia akan membawamu ke dalam keajaiban-keajaiban yang indah. Hatimu selalu membawa harpaan baru di tengah keburukan dan selalu membawa kenangan dalam kebahagiaan. Hatimu tak pernah berbohong, hatimu adalah pemimpinmu, penghubung antara kamu dengan Tuhanmu. Percayalah, hidupmu akan indah dan lebih indah lagi bersamanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar